Join My Community at MyBloglog!
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rumus Kesuksesan by. Supardi Lee

Senin, 27 September 2010 Label:
Sederhana, tapi tak mudah.

Sukses tercapai oleh sebuah pola sederhana. Siapapun yang bisa menjalankan pola ini, maka sukses jadi niscaya. Siapa yang cepat menjalankan polanya, suksesnya pun diraih cepat. Kondisi awal, memang berpengaruh, tapi tidak lebih menentukan dari proses menjalankan polanya. Orang miskin dan orang kaya lebih cepat mana meraih sukses? Bila hanya menghitung kondisi awal, maka orang kaya jawabannya. Tapi penentunya bukan kondisi awal, tapi proses menjalankan polanya. Orang miskin yang lebih cepat menjalankan pola sukses dari orang kaya, akan meraih sukses lebih cepat pula.

Nah, bagaimana pola sukses itu?

Ada 5 tahap yang membentuk pola sukses, yaitu:

1. Keyakinan Diri yang Positif

Segalanya berawal dari sini. Ini citra diri anda. Self image. Ini berkaitan dengan bagaimana anda meyakini diri anda sendiri? Apakah anda manusia yang dilahirkan untuk sukses atau untuk gagal? Anda orang baik atau orang buruk? Anda ganteng / cantik atau buruk rupa? Anda layak kaya atau layak miskin? Anda merasa sebagai orang kelas bawah, kelas menengah atau kelas atas? Ketika berhadapan dengan orang lain, anda merasa diri anda di atas, sejajar atau di atasnya? Juga berkaitan dengan anda merasa diri anda pengikut yang baik atau pemimpin yang hebat? Merasa punya semua bakat dan potensi yang dibutuhkan atau tidak?

Nah, kesuksesan diawali dari keyakinan positif atas diri sendiri. Anda yakin anda dilahirkan untuk sukses. Anda orang baik. Anda ganteng / cantik. Anda layak kaya dan menjadi orang kelas atas. Anda percaya diri berhadapan dengan orang lain. Tidak rendah diri. Tidak juga sombong. Anda layak menjadi pemimpin hebat. Anda pun yakin sekali anda dianugerahi bakat dan potensi yang cukup untuk meraih sukses yang anda inginkan.

Kenapa ini penting? Karena hanya orang yang yakin bahwa dirinya layak sukses yang akan meraih sukses itu. Iya kan?


2. Melakukan Keharusan.

Langkah kedua adalah melakukan keharusan. Dari keharusan yang mendasar dan sederhana sampai melakukan keharusan yang sulit dan rumit. Keharusan – yang paling sederhana sekalipun – biasanya tidak menyenangkan. Tapi sangat baik bila dilakukan.

Keharusan ini bersifat seperti imunisasi. Bayi harus diimunisasi. Ini sebuah keharusan. Sakit rasanya, tapi menguatkan. Sedih melihatnya, tapi harus melakukannya. Resiko lebih besar harus ditanggung bila keharusan ini tak dilakukan.


Setiap orang harus bangun pagi-pagi. Setiap orang harus berolahraga. Setiap orang harus makan makanan sehat dan bergizi. Setiap orang harus bisa mengurus dirinya sendiri. Setiap orang harus bisa berpikir. Setiap orang harus bisa memecahkan masalah. Setiap orang harus terus belajar. Itulah beberapa keharusan yang mendasar.


Bila anda karyawan, anda harus disiplin. Taat aturan. Betapa pun aturan itu membuat anda kesal. Bila anda pebisnis, anda harus punya nilai lebih. Betapa pun sulitnya memiliki nilai lebih itu. Bila anda atlet, anda harus keras berlatih. Meski itu melelahkan.

Nah, bisakah anda meraih sukses bila anda tak bisa melakukan keharusan anda? Tidak!!! 100% tidak bisa sukses.


3. Membentuk Kebiasaan Positif.

Langkah ketiga adalah hasil langkah kedua yang benar-benar jelas, terus dilakukan berulang-ulang secara konsisten. Setiap orang harus bangun pagi. Maka pagi bisa berarti pukul empat, lima, enam, tujuh, delapan atau bahkan sembilan. Bila anda bangun tidur pukul empat di hari Senin, pukul tujuh di hari Selasa, pukul lima di hari Rabu, pukul delapan di hari Kamis, maka anda baru melakukan keharusan. Keharusan anda belum menjadi kebiasaan. Ketika anda secara konsisten – setiap hari – bangun pukul empat, itulah kebiasaan. Sebuah kebiasaan positif harus benar-benar jelas.


Ketika melihat orang kecelakaan, anda sigap membantu. Anda melakukan keharusan anda. Tapi hal ini tak terjadi setiap hari, kan? Maka ini bukan kebiasaan. Mematikan lampu yang tak digunakan adalah keharusan. Selalu mematikan lampu yang tak digunakan adalah kebiasaan. Nah, keharusan dan kebiasaan dibedakan oleh satu kata saja : selalu. Satu kata yang benar-benar sangat menentukan.


Keyakinan positif, Melakukan keharusan dan Membentuk kebiasaan positif adalah fondasi sukses anda. Ia seperti batu, pasir dan semen dalam fondasi rumah. Salah satu kurang, fondasi tak kuat. Rumah tak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh. Sukses pun begitu. Hanya bisa diraih bila fondasinya kuat.


4. Membentuk Kebiasaan Produktif

Kebiasaan produktif berbeda dengan kebiasaan positif. Kebiasaan positif berarti tidak negatif, tidak merugikan, dan menyenangkan, tapi tidak menghasilkan kemajuan secara langsung. Kesuksesan diraih secara langsung oleh kebiasaan produktif.


Membaca buku itu positif. Apakah produktif? Tidak. Menulis buku lah yang produktif. Hasilnya jelas sebuah buku. Anda mungkin berpendapat, membaca buku kan menghasilkan pengetahuan. Jadi ada hasilnya. Ada produknya. Anda benar. Tapi produknya masih di tahap mental, bukan fisikal. Maka bila baru di tahap mental, belum bisa dikatakan produktif. Secara mental, anda bisa sangat paham tentang penjualan. Produktif? Belum. Jadi produktif bila anda telah menjual sesuatu. Dan sesuatu yang anda jual itu ada yang beli.

Apakah ini membuat produktif lebih penting dari positif? Jelas tidak. Anda akan sangat sulit untuk bisa produktif, bila anda tidak positif.


5. Berkompetisi.

Kebiasaan produktif akan menghantarkan anda pada sukses. Tetapi untuk bisa bertahan dalam kesuksesan, anda harus siap dan mampu berkompetisi. Tanpa ini, sukses hanya sekejap. Orang sukses adalah orang yang senang berkompetisi. Bersemangat ketika ada saingan. Terpacu ketika ada lawan. Tetap rendah hati ketika menang. Segera bangkit ketika dikalahkan. Maka keyakinan, pelaksanaan keharusan, kebiasaan positif dan kebiasaan produktif benar-benar diuji. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah kesuksesan.


Meraih sukses sulit. Mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit. Maka sadari lah bahwa semua kesulitan itu memang sebuah kelayakan untuk orang hebat seperti anda. Iya kan?


Bagaimana dengan kegagalan? Ternyata, gagal pun membentuk sebuah pola. Pola yang berkebalikan dari pola sukses. Berarti orang gagal itu:

1. Keyakinan pada dirinya sendiri negatif.
2. Tidak melakukan keharusannya, malah asyik melakukan kesenangan.

3. Terbentuk kebiasaannya yang negatif.

4. Terbentuk kebiasaannya yang merusak.

5. Menyerah kalah sebelum berkompetisi.

Nah, ini jadi bahan introspeksi kita bersama. Berada di pola mana hidup kita? Pola sukses atau pola gagal? Berada di tahap mana pada pola tersebut?

by : Supardi Lee
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com
Read more

Motivasi Internal

Kamis, 09 September 2010 Label:
Motivasi membangkitkan keinginan, keinginan merupakan kunci pertama menuju kesuksesan, keinginan adalah benih yang harus ditanam di ladang kesuksesan karena rahasia kesuksesan adalah keinginan yang membara.

Menurut Denis Wetly, penulis buku Psychology of Motivation, yaitu keinginan kita tergantung seberapa besar motivasi kita. Pada titik tertentu, motivasi inilah yang menguasai tindak-tindak kita. Motivasi merupakan salah satu kunci kesuksesan, motivasi yang kuat berasal dari tekad yang bulat.

Motivasi menurut asalnya dibagi menjadi 2 yaitu: motivasi eksternal dan internal.

Eksternal berasal dari luar diri seseorang, seperti narasumber dalam seminar, teman, keluarga, majalah, buku, atasan tempat kita bekerja atau yang lainnya. Namun perlu diingat motivasi jenis ini mudah lenyap.

Internal merupakan motivasi paling kuat dan terlama bersemayam di dalam diri seseorang. Kita bisa menjadi motivator melalui kekutan yang bersemayam di dalam diri kita sendiri yang mampu mengantarkan kita mewujudkan berbagai hasil yang mengagumkan.

Motivasi Internal > (lebih besar) External

Motivasi Internal : Cahaya Kita

Motivasi internal inilah yang menjadi cahaya yang menerangi kita semua. Motivasi ini merupakan dahsyat dalam diri kita yang tengah menanti untuk untuk dibangunkan.

SENYUM
menyediakan waktu untuk menghiburmu, bukan berarti org itu lebih bahagia darimu, tetapi karena ia benar2 telah bekerja keras utk itu. Ia harus menekan deritanya sendiri demi menghibur deritamu. Ia sama sepertimu, org yg mestinya juga penuh dgn persoalan, tetapi krn sedikit sekali ia mengurusnya, sipersoalan itupun putus asa. Si persoalan tsb menjadi sesuatu yg tak terpelihara dan akhirnya pergi sia-sia...

Sekedar senyum … akan mengubah hidup kita....

Senyuman jujur yg muncul dari dlm hati adalah kunci pengubah kehidupan kita...

Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih. “

"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu. “

"Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu..."

"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..."

FOKUS PADA SOLUSI DAN HASIL AKHIR
Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita ?. Salah satu metodenya adalah dengan fokus pada solusi dan hasil akhir bukan pada masalah. Kalau kita senantiasa fokus pada solusi ketika masalah datang, maka kita memberikan kesempatan pada otak kita (khususnya sisi kreatifitas) untuk bekerja dan mencari jalan keluarnya.

Kalau ini sering dilakukan maka sama artinya kita melatih otak untuk kreatif dan inovatif.Sebaliknya, manakala kita fokus pada masalah yang ada, maka kita menutup jalan otak kita untuk bisa berpikir dan berkembang. Ujung-ujungnya, hanya mengeluh dan selalu merasa tidak pernah ada jalan keluar untuk masalah ini. “MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS” by Adi W. Gunawan.

WAKTU
Waktu : Waktu yg terbaik adalah sekarang.

Hidup kita adalah sekarang. Dan kwalitas hidup kita sgt ditentukan oleh apa yg kita lakukan sekarang. Masa lalu adalah sejarah, masa depan belum tentu dpt kita jumpai.

Krn itu satu2nya yg nyata adalah masa kini...

Apa kabar SOLUSI… ?

Let's do it 3x, Yes 3x !!!

KOMUNIKASI
Pengetahuan menempatkan kita di antara orang2 bijak.

Tindakan akan menempatkan kita di antara orang2 sukses.
Pengertian akan menempatkan kita di antara orang2 yang bahagia.
Tak jarang terjadi kesalahpahaman bahkan pertengkaran karena masing2 merasa tidak dimengerti.

Kenyataannya, banyak orang yg ingin didengar namun sedikit yg mampu menyimak dengan benar

•Dr. Ibrahim Elfiky

PERUBAHAN


Flowchart perubahan :

Menyadari => Buat Keputusan utk bertindak berubah => Belajar => Lakukan bertahap, sedikit demi sedikit, kontinue, setiap hari => Berlatih => Konsisten, disiplin, apapun yg terjadi, jgn pernah berhenti.


Langkah pertama : sadari

Kita cenderung melakukan sesuatu tanpa berpikir.

Seorang perokok berat sulit utk berhenti merokok & tdk menyadari itu kebiasaan buruk. Langkah awal utk berubah adalah menyadari bahwa tindakan itu salah.

Lalu kesadaran ini akan membawa kita ke langkah berikutnya.


Langkah kedua : buat keputusan

Bagaimana seorang perokok berat tiba2 berhenti merokok?

Jawabannya tdk lain adalah Keputusan.

Jika sebuah masalah berdampak serius pada masalah kesehatan jangka panjang seperti ini, taka ada yg lebih tepat selain bertindak.

Keputusan yg diambil hrs diiringi keteguhan hati & percaya bahwa perubahan itu niscaya. Pintu ke langkah selanjutnyapun akan terbuka.


Langkah ketiga : belajar

Jika di ukur kadar pentingnya, sekedar membuat keputusan utk berubah bukanlah segalanya. Kita harus belajar bagaimana caranya berubah.

Kita harus belajar caranya berkomunikasi yg baik.

Kita belajar mengontrol emosi dan penilaian kita guna memahami orang lain.

Begitu banyak media, bahan dan cara belajar : kursus2, buku, kaset, video atau seminar2.

Kita bahkan dpt meniru seseorang tokoh yg tingkah lakunya kita panuti.


Langkah keempat : berubah sedikit demi sedikit.

Banyak org cenderung berubah drastis, alih-alih menghindari pendekatan sedikit demi sedikit.

Rasa sakit dari perubahan akan sgt terasa dan nantinya akan memicu penolakan total terhadap perubahan tersebut.

Langkah kecil keberhasilan tapi bertahap memudahkan kebiasaan baru itu menjadi otomatis.

Perubahan itu menjadi kebiasaan baru, perilaku dan sikap baru yg menggantikan yg lama.


Langkah kelima : latihan

Kita perlu melakukan latihan sesering mungkin, setiap hari karena keinginan untuk kembali ke kebiasaan lama kerap timbul.

Melakukan latihan dan praktek terus-menerus tidaklah mudah, kita diuji untuk itu.

Walaupun kedengarannya agak lucu, otak bawah sadar kita akan menguji apakah kita benar2 ingin mengubah kebiasaan yg lama dengan pola baru.


Langkah keenam : Konsisten

Misalnya kita telah melakukan kelima langkah tersebut dan mencapai tujuan. Tetapi kita tidak konsisten melakukannya, kemungkinan besar kita akan kembali kpd kebiasaan semula.

Diantara langkah2 yg lain, konsistensi merupakan tahapan yg paling penting.

Jika kita tdk konsisten, perubahan hanya berisfat sementara.

Hanya KONSISTEN yg menjadikannya permanen.



Strategi Komunikasi yg Handal
1. MENDENGARKAN

2. LEPASKAN DIRI KITA DARI MASALAH

3. EMPATI

4. PERHATIKAN & COCOKKAN

5. PERJELAS & PIMPIN

6. UNGKAPKAN LAGI DGN KATA2 KITA SENDIRI

7. BATASI

8. CHUNK UP (Melontarkan sudut pandang yg luas)

9. CHUNK DOWN

10. MENUJU SOLUSI...



KESIMPULAN

Jika kita ingin org lain menerima kita, terimalah mereka apa adanya.

Jika kita ingin mereka menghormati kita, hormatilah mereka.

Jika kita mengingkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka.

Jika kita menginginkan mereka mencintai kita, cintailah mereka.

Jika kita ingin menerima, berusahalah memberi tanpa mengharapkan imbalan.


Betapa sering saya melihat org menatap tanpa melihat, menyimak tanpa mendengar, berbicara tanpa makna, menyentuh tanpa perasaan, bergerak ranpa kesadaran.

Merekalah yg mengilhami saya menjadi komunikator yg terbaik.

Lakukan semua kebaikan yg kita bisa.

Kebaikan apapun yg kita bisa, dgn cara apapun yg kita bisa, dalam hal apapun yg kita bisa, kapanpun kita bisa, kepada siapapun, selama kita bisa.

Imbalannya, puncak KESUKSESAN & KEBAHAGIAAN.

Dr. Ibrahim Elfiky
Read more

Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri

Rabu, 25 Agustus 2010 Label: , ,
Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do). Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

Spiritual power (kekuatan spiritual). Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Emotional power (kekuatan emosional). Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

True financial power (kekuatan keuangan). Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

Intellectual power (kekuatan intelektual). Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

Action power (kekuatan bertindak ). Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.
Read more

AFFIRMASI KESUKSESAN

Label:
Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang termotivasi untuk melakukan kerja terbaiknya dapat terdorong oleh berbagai hal. Diantaranya, karena memiliki ambisi untuk mencapai target tertentu demi masa depan yang lebih baik sehingga memunculkan motivasi dengan sendirinya secara langsung, selain itu ada juga yang terdorong oleh rasa takut karena terancam sehingga secara tidak langsung memacu diri melakukan kinerja terbaiknya demi mengatasi rasa takut atas ancaman yang ada.

Motivasi-motivasi tersebut, selain dalam ruang lingkup personal juga banyak dijumpai dalam dunia kerja maupun atau dunia bisnis. Motivasi yang datang dari diri sendiri itu sangat penting, dimana dapat muncul karena ambisi atas keinginanya yang lebih baik. Sebagai contoh, seorang staf mengetahui bahwa jika ia melebihi target yang dibebankan padanya, gajinya atau posisinya akan segera naik. Atau jika seorang supplier merasa bahwa seandainya ia bisa memenuhi targetnya dengan tepat waktu dan kualitasnya terjaga maka mitranya akan menambah pesanan. Bahkan bukan mustahil akan mendapatkan proyek baru. Lalu ia terpacu bekerja sebaik-baiknya. Motivasi ini menurut motivator Steve Brunkhorst, merupakan motivasi yang lebih baik dan lebih kuat. Motivasi karena terdorong oleh ambisi diri sendiri cenderung memiliki energi lebih besar dan jauh lebih mendorong kreativitas dibanding motivasi karena terdorong rasa takut. Kehadiran motivasi karena ambisi biasanya terjadi karena ingin mengejar penghargaan, imbalan besar, atau sukses tertentu. Motivasi tersebut dapat ditandakan dengan perasaan “Saya bisa …” atau “Saya mau …”.

Sementara motivasi yang hadir karena rasa takut, misalnya seorang staf ditakut-takuti akan dipindahkan atau dipecat jika target yang dibebankan kepadanya tak tercapai, akhirnya karena takut tersebut ia bisa mencapai target itu. Atau juga seorang pebisnis kerap mengancam supplier-nya, jika gagal memenuhi target kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu maka ia akan diganti (akan mencari supplier baru). Ketakutan itu membuat supplier tersebut berusaha mati-matian memenuhi targetnya. Kehadiran motivasi karena rasa takut biasanya terjadi karena ingin menghindari denda, hukuman, atau kegagalan. Motivasi tersebut biasanya ditandakan dengan perasaan “Saya harus …”.

Menurut Brunkhorst, sebaiknya kita fokuskan diri pada ambisi kita setiap hari agar kesuksesan bisa diraih. Ia mengambil contoh Seorang kliennya mengeluhkan kalau ia mulai tak menyukai pekerjaannya setelah kurang mendapat apresiasi. Namun klien itu tak bisa berontak karena takut tak bisa mendapatkan pekerjaan baru. Akhirnya hidup berkecamuk anatara tak suka dengan pekerjaan itu dan desakan rasa takut yang mencoba meyakinkan bahwa sebenarnya dia bisa tahan dengan pekerjaan itu. Lalu si klien diminta menegaskan (afirmasi) apa sebenarnya yang menjadi keinginannya. Setelah itu ia diminta fokus pada keinginannya tersebut serta menelaah apa saja kemampuannya. Dalam jangka waktu beberapa bulan setelah itu, klien tersebut sudah pindah pada satu pekerjaan yang lebih baik di perusahaan lain yang lebih mengapresiasinya. Karena itu, kata Brunkhorst, jangan khawatir pada hasil yang akan didapat. Sepanjang kita fokus pada keinginan kita dan berpikiran positif terhadap bakat dan potensi yang dimiliki, maka keinginan itu akan tercapai. Akan selalu ada jalan menuju sukses bagi orang yang berpikiran positif. Nah, menurut dia, afirmasi itulah kuncinya.

Afirmasi atau “affirmation” berasal dari kata “affirm” yang menurut kamus Merriam-Webster berarti “to make firm”, atau membuat sesuatu menjadi kokoh atau kuat. Afirmasi adalah pernyataan yang diulang-ulang baik secara verbal atau dalam hati, merupakan pernyataan emosional yang akan membawa seseorang untuk berpikir dan beraksi. Afirmasi merupakan suatu teknik yang bisa memperkuat pikiran bawah sadar kita. Jika kita terus melakukan afirmasi positif (menyampaikan hal-hal positif) pada diri kita, maka pikiran bawah sadar kita akan terbiasa oleh afirmasi positif tersebut. Setelah kita benar-benar percaya dan yakin akan hal-hal positif tersebut, maka kemudian pikiran sadar kita akan mengubahnya menjadi tindakan positif yang nyata. Dengan melakukan afirmasi positif, maka kita dapat menjadi seseorang yang percaya diri, dan kita juga akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. Jadi afirmasi itu sangat efektif untuk mengembangkan dan memperkuat cara pikir dan bertindak efektif untuk mencapai tujuan atau kebutuhan.

Afirmasi akan efektif ketika dikombinasikan dengan emosi yang kuat dan bayangan yang menyenangkan mengenai penglihatan, suara, bau, rasa, atau sentuhan. Afirmasi yang efektif adalah yang menyebutkan apa yang kita inginkan. Lalu pada saat yang sama kita membayangkan bagaimana rasanya dan bagaimana puasnya jika itu didapat. Keyakinan akan sesuatu yang bisa dicapai, bayangan sesuatu yang menyenangkan, dan emosi yang menyertainya merupakan elemen penting afirmasi yang efektif. Dengan banyak latihan kita akan mudah menghadirkan ketiga elemen itu dengan cepat. Contoh latihannya, misalnya, bayangkan bagaimana rasanya saat kita berhasil melakukan sesuatu. Perasaan ini bisa terus dihidupkan dengan mengingat kesuksesan-kesuksesan lainnya. Bayangkan bagaimana rasanya saat kita merasa bebas, penuh percaya diri, dan kreatif dan sebagainya.

Wallahu a’lam bissawaab.
by :KIPS BANDUNG
Read more

6 Hukum Alam Semesta

Minggu, 15 Agustus 2010 Label:
Alam semesta ternyata banyak memberikan kita pembelajaran. Mencermati pola-pola dan hukum yang terjadi di alam ini, membuat kita dapat mengambil makna kehidupan yang penting untuk pengembangan diri kita sendiri maupun orang lain.

Banyak sekali hukum-hukum yang berlaku di alam semesta. Berikut ini Enam Hukum Alam Semesta yang penting untuk kita ketahui, disarikan dari buku The Eureka Principle karangan Colin Turner (pengarang buku bestseller Born to Succeed)

Hukum Sebab dan Akibat
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

Hukum Daya Tarik
Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

Hukum Kreativitas
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

Hukum Substitusi
Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

Hukum Penggunaan
Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti -si pelukis terkenal- beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.

Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.

Hukum Tujuh
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.

Nah, saatnya kita memanfaatkan keinginan, potensi, bakat dan talenta diri kita untuk mencapai hidup yang sepenuhnya. dengan belajar dari hukum dan prinsip-prinsip yang sudah diajarkan sendiri oleh alam semesta ini.
Read more

Frustrasi malah Sukses

Minggu, 01 Agustus 2010 Label:
Pernahkah anda merasakan frustrasi?..... Jawabannya pasti , semua orang termasuk andapun pernah merasakannya.... setuju..?. Tetapi tahukah anda mengelola frustrasi itu merupakan salah satu kunci untuk menciptakan kekayaan? ....nah kalau yang ini tidak semua orang tahu ,termasuk saya, itu pun tahu, dari seorang penulis buku terkenal dan terlaris didunia yaitu Anthony Robbins dalam bukunya UNLIMITED POWER.

Menurutnya Kunci Menciptakan kekayaan dan kebahagiaan itu salah satunya adalah kemampuan kita dalam menangani frustasi,anda harus belajar menangani frustasi kalau anda ingin menjadi orang yang sesuai dengan potensial maksimal anda,melakukan segala yang bisa anda lakukan,mendengar segala yang biasa anda dengar,melihat segala yang biasa anda lihat.Frustasi bisa mematikan impian, ini selalu terjadi.Frustasi dapat mengubah sikap yang positif menjadi negatif,kondisi yang memberdayakan menjadi yang melumpuhkan.Hal terburuk yang dilakukan sikap negatif adalah menghilangkan disiplin diri.Dan ketika disiplin diri itu hilang,hasil-hasil yang anda inginkanpun hilang.

Jadi untuk memastikan sukses jangka panjang,anda harus mendisiplinkan frustrasi.

Mungkin anda bingung dan ingin contoh kongkritnya bagaimana?.......betul tidak? Ok kita lanjut...

Lihatlah sukses besar yang manapun, maka akan anda temukan bahwa telah terjadi frustrasi besar-besaran.Siapapun yang mengatakan sebaliknya tidaklah tahu apa-apa soal berprestasi. Ada dua tipe orang yang telah menangani frustrasinya dan yang hanya berangan-angan menangani frustrasinya.

Ada sebuah perusahaan kecil bernama Federal Express. Seorang pria bernama Fred Smith yang memulai perusahaan ini ,dan ia bangun bisnis multi million dolar dari tumpukan frustrasi,ketika ia memulai perusahaannya setelah membiayainya dengan seluruh tabungannya,ia berharap bisa mengirimkan kira-kira 150 paket,ternyata ia hanya bisa mengirimkan 16 paket 5 diantaranya adalah kerumah salah seorang karyawannya.Segalanya semakin parah setelah itu.Secara berkala karyawannya menguangkan cek upah mereka di toko-toko kelontong karena dana tidak cukup. Sering kali pesawat mereka (cargo) dalam proses disita dan terkadang mereka harus membukukan penjualan tertentu seharinya untuk mempertahankan oprasi. Sekarang Federal Express sudah menjadi perusahaan miliyaran dolar.Satu-satunya alasan perusahaan itu tetap ada adalah karenaFred Smith mampu menangani frustrasi demi frustrasi.

Orang diupah sangat mahal untuk menangani frustrasi.Kalau anda bokek mungkin itu adalah karena anda tidak banyak menangani banyak frustrasi, anda mengatakan "ya saya bokek,itulah sebabnya saya frustrasi" .Terbalik seandainya anda tangani lebih banyak frustrasi,anda akan kaya.Perbedaan besar antara orang yang tentram secara keuangan dan yang tidak adalah bagaimana mereka menagani frustrasi.Bukannya tidak berperasaan untuk mengatakan bahwa kemiskinan bukan frustrasi, melainkan bermaksud mengatakan bahwa "caranya agar tidak miskin adalah menangani lebih banyak frustrasi hingga anda sukses"

Orang mengatakan "ya..,,orang yang beruang kan tidak punya masalah" kalau mereka tangani cukup banyak ,mungkin mereka akan punya lebih banyak masalah.Pokoknya mereka tahu bagaimana menanganinya,menemukan strategi-strategi baru,alternatif-alternatif baru.Ingatlah kaya itu bukanlah hanya soal punya uang.

Hubungan yang sangat baik pun memberikan banyak masalah dan tantangan. Kalau anda tidak mau masalah,seharusnya anda tidak menjalin hubungan sama-sekali dengan siapapun.Ada frustrasi besar dalam perjalanan menuju sukses besar entah dalam bisnis,dalah hubungan ataupun dalam kehidupan.

Bagaimana caranya untuk mengubah stress/frustrasi menjadi peluang? berikut ini adalah langkah rumusnya:

Langkah 1. Jangan Pusingkan perkara spele.
Langkah 2. Ingatlah itu hanya perkara spele!


Semua orang sukses belajar bahwa sukses itu terkubur di sisi lain frustrasi.Sayangnya ,ada orang yang tidak sampai ke sisi lain. Orang yang gagal mencapai sasaran mereka biasanya berhenti oleh frustrasi. Mereka biarkan frustrasi menghalangi mereka dari mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan yang akan mendukung mereka dalam mencapai tujuan mereka,anda terobos hambatan-hambatan itu dengan menerobos frustrasi,mengambil setiap kemunduran sebagai umpan balik darimana anda bisa belajar,dan terus maju.Saya ragu akan anda temukan banyak orang sukses yang belum mengalami ini.

Selamat mencoba.....sukses selalu.
Read more

Hadapi Masalah

Label:
Proses pertumbuhan dan belajar selalu melibatkan resiko. Keberanian memberi anda kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Keberanian berasal dari pikiran anda yang jauh lebih bertenaga daripada lingkungan luar anda. Bila anda menyadari bahwa betapa besarnya anda dibanding persoalan yang ada, maka anda akan mendapatkan keberanian untuk mengatasinya.Rintangan akan selalu tampak besar atau kecil sesuai dengan penglihatan anda. Keberanian adalah kapasitas untuk menghadapi apa yang terbayangkan. Ia akan memberi anda kemampuan untuk mengatasi kenyataan.

Melewati rintangan adalah buah dari pencapaian, buah dari keberhasilan. Lihatlah persoalan sebagaimana yang anda inginkan, bukan sebagaimana yang tampak.
Read more

Belajar dari alam Filosofi Semangat Air

Kamis, 15 Juli 2010 Label:
Jika Anda sekarang sedang frustrasi karena telah berjuang dan melakukan yang terbaik, tetapi masih belum mendapatkan apa yang Anda harapkan, jangan berkecil hati. Kebanyakan orang ketika mereka tidak kunjung memperoleh hasil sesuai harapan, mereka akan melambaikan sapu tangan putih dan menyerah.

Hal ini wajar dan kadang tidak terelakkan, karena manusia cenderung patah semangat ketika hasil yang buruk terus berdatangan meskipun mereka telah berbuat yang terbaik. "Untuk apa lagi saya meneruskan ini semua. Saya sudah mengerahkan seluruh tenaga, waktu dan pikiran saya, tetapi apa yang saya dapatkan sungguh mengecewakan. Lebih baik saya berhenti sampai di sini saja", adalah pernyataan yang sering sekali diucapkan seseorang yang sebentar lagi akan berhenti dan menyerah kalah dalam perjuangannya meraih impian.

Kadang, Anda akan diuji apakah Anda benar-benar serius terhadap apa yang sangat Anda impikan. Ujian itu akan datang dalam bentuk berbagai halangan, rintangan, kegagalan dan hal-hal menyakitkan yang mungkin membuat Anda tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Itulah sebabnya mengapa orang yang berhasil melewati ujian itu sungguh sedikit. Dan mereka yang berhasil lulus dalam ujian itu berhak atas apa yang selama ini mereka impikan.

Menyerah adalah pilihan yang mungkin sangat mudah diambil oleh siapapun. Tapi, menyerah juga tidak akan membuat Anda jauh lebih baik. Apakah Anda rela apa yang selama ini akanAnda perjuangkan harus Anda kubur dalam-dalam hanya karena ingin MENYERAH? Anda mungkin masih ingat, ketika pertama kali memutuskan dan bertekad untuk sukses atau meraih sebuah impian, Anda begitu menggebu-gebu. Api semangat yang begitu membara mengubah Anda menjadi begitu termotivasi. Tetapi, seiring berlalunya waktu ketika Anda terus menemui kegagalan, api yang membara menjadi padam. Saat api padam, mungkin itulah saat Anda menyatakan Anda ingin menyerah.

Jika Anda ingin menyerah, maka saya ingin Anda belajar dari air yang mengalir. Pergilah ke sungai yang deras atau bayangkan sungai dalam pikiran Anda.
Air terus mengalir ke satu arah, tidak peduli apa yang terjadi. Ketika ada batu besar di tengah-tengah, apakah air akan menyerah dan berhenti mengalir? Apakah air akan berkata, "Ada batu besar di depan, lebih baik saya menyerah dan berbalik"?

Air itu akan tetap mengalir melewati batu dengan mengalir ke sisi kiri dan kanan batu. Meskipun Anda menghalangi air dengan membuat penahan di sepanjang sungai, air akan tetap mengalir. Seperti layaknya bendungan, meskipun air ditahan, ia akan terus mengalir dan dalam waktu lama akan berkumpul lebih tinggi dari bendungan dan berhasil mengalir keluar. Hebatnya, semakin ditahan, kekuatan air akan semakin besar sehingga dapat membangkitkan listrik.

Air tidak pernah berpikir untuk berbalik arah. Air tidak pernah berhenti untuk mengalir hanya karena ada beberapa penahan di depannya. 
 
Anda juga bisa belajar dari prinsip air yang mengalir. Anda harus terus maju dan berjuang demi impian Anda. Jika menemui rintangan yang berat, maka Anda bisa mengambil jalan lain dan melewatinya, seperti air yang mengalir melewati sisi kiri dan kanan batu. Air tidak pernah mundur, Anda juga tidak boleh mundur, karena mundur itu lebih mudah daripada terus maju.

Air juga tidak pernah takut jika sudah berada di tepi air terjun. Ia akan terus mengalir dan jatuh ke bawah dan kemudian terus mengalir maju ke depan. Begitu juga, ketika Anda menemui sesuatu hal yang sangat membuat gentar, maka Anda harus berani menghadapinya daripada menghindari dan memutuskan untuk menyerah.

Semoga air yang mengalir ini bisa mengubah diri Anda dari yang pesimis dan mudah menyerah menjadi pribadi yang tegar, optimis dan selalu bangkit dari kegagalan untuk menuju tujuan akhir di mana Anda ingin berada.
Success 4 U,
Suhardi
E-mail: csd_suhardi@yahoo.com

source : www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/3476/Belajar_Dari_Air_Yang_Mengalir
Read more

YOUR SPIRIT #2

Label:
1. Jalan terpendek menuju keberhasilan adalah melalui hambatan. Jika yang anda upayakan adalah pembahagiaan bagi banyak orang, bukan hanya yang manusia yang akan membantu anda. Tuhan bahkan akan menunda hujan dan memerintahkan matahari untuk mengapung lebih lama karena urusan anda belum selesai. Jika anda berjalan bersama Tuhan apakah yang bisa menghambat anda? – Mario Teguh. -

2. Rumah lebih indah dari istana megah manapun yang berisi pertengkaran. Ingatlah, bahwa tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai. – Mario Teguh -

3. Anda tidak boleh bernegosiasi dengan impian anda. Bernegosiasilah dengan apa yang harus anda lakukan untuk mencapainya. – Mario Teguh -

4. Mengapakah ada orang yang mengeluhkan kelemahan hidupnya, tetapi bersikeras mempertahankan kebiasan-kebiasaannya yang membatalkan nasib baik?

Dia yang menolak melatih dirinya dengan kebiasaan yang membaikkan nasib, adalah orang yang sedang menyerahkan dirinya kepada nasib buruk. Dia tidak menyadari bahwa dia menggunakan Formula nasib buruk, yaitu :
Kualitas apapun + kebiasaan buruk = nasib buruk. Mario Teguh.

5. Jadilah pengubah keadaan dan bukan menjadi korban perubahan. Terima keadaan apapun yang sedang anda alami, bekerja keraslah dan jadilah pribadi yang kuat karena tenaga dari rencana-rencana anda.

Segera setelah itu, anda akan mulai mampu mempengaruhi kualitas dari yang terjadi kepada anda. Dengannya, anda akan menjadi pengubah keadaan. Mario Teguh -

6. Segala sesuatu ditampung dalam waktu, maka pengertian yang baik tentang peran waktu bagi kehidupanmu disebut kesabaran. Kesabaran adalah pengertian baik yang menghuburngkan penggal penggal waktu dalam hidupmu itu sebabnya setiap orang sesungguhnya sedang menunggu. Yang pemberani ataupun penakut semuanya sedang menunggu. Mario Teguh.

7. Anda tidak akan mencapai kebesaran yang anda idamkan dengan mengkhawatirkan hal hal kecil, memikirkan hal hal kecil, dan melakukan hal hal kecil. Ukuran anda ditentukan oleh ukuran dan kualitas dari fokus anda.
source :
Read more

YOUR SPIRIT

Label:
“Prepare for the best, plan for the worst and expect to be surprised.”
Terkadang kita sering putus asa dan nggak yakin akan diri sendiri.
Calm down. Inget kata-kata ini, kalo kita sedang bersiap menerima keberhasilan dan berencana untuk kegagalan kita dan berusaha untuk memperbaikinya dan lebih maju lagi!!

“I cannot fail”
Dalam melakukan sesuatu kita kita harus yakin kita akan berhasil.
Kalo kita yakin 100% akan berhasil, maka kita pasti akan berhasil.

“If i never try, I’ll never know.”
Jangan takut bila kamu dihadapkan pada suatu kesempatan dan kamu bingung untuk mencobanya atau tidak.
Walau pun hasil dari mencoba ternyata mengecewakan,, nga usah sedih. at least kamu punya pengalaman baru dan pelajaran yang akan membuat kamu lebih dewasa.

“Today is not a good day to give up”
Berpikirlah positif bahwa hari ini bukanlah hari untuk menyerah
Karena menurut orang yang sudah sukses, jalan menuju ke sana memang bikin orang pengen nyerah.

“If you do not hope, you will not find what is beyond your hopes.”
Orang-orang sukses di dunia ini, awal dari kesukesaannya dimulai dari bermimpi.
Dari mimpinya mereka berusaha untuk mewujudkannya, hingga mereka berhasil mencapai mimpinya.

“Life is either a daring adventure or nothing.”
Hidup adalah petualangan yang membutuhkan keberanian, bila tidak itu bukanlah hidup.

“Every artist was first an amateur.”
Untuk menjadi yang hebat pasti dimulai dari awal.
Jadi wajar ajah kalo kita emang musti banyak belajar dan sabar untuk maju.

source :
Read more

9 Kesalahan yang Dapat Menghentikan Perkembangan Diri Anda

Kamis, 08 Juli 2010 Label:
Ketika anda mencoba untuk berkembang, sangatlah mudah untuk jatuh lebih dari satu kali dan membuat diri anda terluka dalam perjalanan menuju kesuksesan, kebahagiaan, dan semua hal yang ingin anda raih. Tentunya terdapat beberapa lubang dalam yang harus anda perhatikan dan berhati-hati tentu saja.

Di bawah ini merupakan 9 kesalahan yang sering dilakukan ketika anda sedang berkembang. Saya telah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Bahkan lebih dari satu kali.

Dengan sharing saya ini, harapan saya semoga anda tidak jatuh ke lubang yang sama seperti yang saya alami.

Sekarang marilah kita bahas 9 kesalahan tersebut :

1. Berpikir Bahwa Anda Telah Mengetahui Segalanya

Hal ini merupakan masalah besar dan dapat menghentikan perkembangan diri anda untuk waktu yang cukup lama. Pikiran-pikiran seperti: “Saya mengerti bagaimana hal-hal bekerja di dunia ini. Saya tidak membutuhkan salesman itu untuk meningkatkan kualitas hidup saya. Mereka tidak memiliki sesuatu yang baru yang bisa mereka tawarkan. Hanya orang-orang putus asa yang membutuhkan buku tersebut. Ini hanya masalah kesadaran diri saja.”

Pemikiran dan sikap semacam inilah yang akan membuat anda sulit untuk berkembang. Ketika anda membaca buku-buku pengembangan diri dari penulis seperti Anthony Robbins, Brian Tracy atau Stephen Covey; anda akan menyadari dengan cepat bahwa nasihat terbaik yang mereka berikan tidak sepenuhnya berhubungan dengan kesadaran diri. Bahkan, seringkali nasihat yang mereka berikan bertolak belakang dengan kebenaran yang selama ini kita peroleh dari pelajaran-palajaran di sekolah, media dan orang-orang lain di sekitar kita.

2. Dipusingkan Oleh Hal-Hal Yang Sedang Tren

Pola pikir seperti poin pertama diatas tidak sepenuhnya salah. Terdapat banyak salesman yang menawarkan banyak hal pada anda diluar sana. Dan karena penulis atau pembicara motivasi paling sukses memahami bagaimana caranya untuk berkomunikasi, terdapat banyak teknik penjualan high-pressure yang bisa anda peroleh dengan membaca buku-buku pemasaran. Teknik seperti menawarkan bingkisan kecil dan gratis bagi konsumen, atau dengan mengatakan bahwa hanya ada 500 buah produk sejenis dan tawaran ini hanya berlaku 1 minggu.

Namun meskipun beberapa teknik pemasaran terkesan sangat optimistis atau cenderung agresif, bukan berarti produk yang ditawarkan tidak memiliki nilai. Bedakan antara teknik penjualan dengan produk yang ditawarakan.

Menurut saya, mulailah dengan merk-merk atau produk-produk yang memiliki ulasan yang baik. Lakukan sedikit penelitian melalui google dan carilah informasi mengenai produk tersebut.

3. Tidak Mengambil Tindakan

Berpikir bahwa dengan membaca buku atau blog akan mengubah hidup anda secara otomatis merupakan pemikiran yang keliru. Pengetahuan tanpa tindakan tidak akan menghasilkan apapun. Dan hanya andalah yang bisa merubah diri anda sendiri. Orang lain bisa memberi anda nasihat, dukungan, serta motivasi. Namun pada akhirnya, anda harus mengambil tindakan.

Jika anda mengalami masalah dengan mengambil tindakan, seringkali hal ini disebabkan oleh rasa takut, anda perlu mengunjungi situs saya ini : www.menggapai-impian.com

4. Menyerah

Ketika anda mengalami kegagalan pertama kali, kedua atau ketiga, anda biasanya berpikir “Hal ini tidak ada artinya. Inilah diri saya dan saya tidak dapat berubah. Saya harus membiasakan diri saya berpikir bahwa saya memang seperti itu.”
Jangan menyerah. Satu atau lima atau 20 kegagalan tidak akan ada artinya dalam jangka panjang. Anda harus gagal supaya anda menguasai sesuatu dan berkembang.

5. Khawatir terhadap atau mendengarkan perkataan orang lain

Anda mungkin takut orang-orang akan bereaksi negatif terhadap perubahan yang anda lakukan, dan mereka memang cenderung berbuat demikian. Mungkin mereka berbuat demikian karena mereka khawatir anda akan menjauhi mereka dan akan kehilangan anda selamanya. Atau mungkin juga mereka tidak ingin anda berubah karena perubahan tersebut akan membuat mereka merasa diam di tempat. Mereka mungkin juga memberikan anda sejumlah opini negatif terhadap perkembangan diri anda; bahwa semua yang anda lakukan hanyalah sia-sia, buang waktu dan kehidupan nyata sangatlah berbeda dibandingkan dengan yang tertulis di buku.

Jika anda menemui jalan buntu, hal ini mungkin karena anda merasa anda memerlukan persetujuan dari orang lain dan anda harus mulai melepaskan diri dari pengaruh orang-orang ini. Jika tidak, anda akan selamanya hidup dalam bayang-bayang orang lain dan anda tidak akan pernah berkembang.

6. Bereksperimen Dengan Cara Anda Sendiri

Bereksperimen dengan materi perkembangan diri anda; tidak berkomitmen untuk mempelajari atau mempraktekkan serta mengembangkannya secara konsisten sebagai bagian keseharian anda. Mungkin anda merasa perubahan yang sedang anda coba lakukan terlalu sulit, atau tidak layak untuk anda lakukan, sehingga anda tidak berkomitmen untuk melakukannya.

Sulitkah melakukan perubahan tersebut? Terkadang ya. Namun saya merasa bahwa pertumbuhan memiliki lebih banyak nilai positif dibandingkan dengan negatif, dan saya berpendapat bahwa dari sudut pandang orang awam – orang yang belum mengikuti program pengembangan diri apapun – terkesan bahwa orang-orang yang sedang mencoba untuk melakukan perkembangan diri terlihat lebih bekerja keras, mengeluarkan lebih banyak uang dan waktu dibandingkan jika anda melihat dari sisi orang yang mencoba melakukan perubahan tersebut. Kerja keras bukanlah sesuatu yang sulit jika anda merasa anda berkembang dan menyukai apa yang sedang anda kerjakan.

Apakah perubahan tersebut layak untuk dilakukan? Tentunya perubahan tersebut lebih baik dibandingkan dengan alternatif lain; hanya berlarian kesana kemari setiap hari dan dipenuhi dengan kemarahan, stress dan kurangnya penghargaan diri.
Kunci bagi semua hal dalam kehidupan adalah konsistensi dan kesabaran. Berkomitmenlah untuk perkembangan diri anda.

7. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Beralasan

Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya informasi. Kadang dalam jumlah informasi serta kualitas informasi yang anda miliki. Ketika pertama kali anda memulai, anda mungkin merasa bahwa hanya dengan membaca sebuah buku akan menyelesaikan semua masalah anda. Tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang bisa anda peroleh akan membuat anda kecewa dan seperti seorang pecundang tanpa alasan yang baik, hingga akhirnya anda menyerah.

Salah satu metode yang saya gunakan untuk mengeluarkan diri saya dari kondisi tersebut adalah dengan mengembangkan kebiasaan “mengkonsumsi” materi motivasi setiap saat, baik dalam bentuk buku, blog atau CD audio. Saya membangun perpustakaan kecil milik saya sendiri dan mengisinya dengan materi-materi pengembangan diri.

Mendengarkan kembali sebuah CD milik Andrie Wongso misalnya tidak hanya membuat saya termotivasi lagi, tapi juga menyediakan saya dengan solusi atas masalah saya. Kebiasaan ini – dikombinasikan dengan tindakan – akan memperjelas hal-hal yang anda inginkan, metode apa yang terbaik bagi anda dan semua peluang serta batasan dalam perkembangan diri anda.

8. Kegagalan Untuk Atau Tidak Berkeinginan Untuk Memahami Diri Anda Sendiri

Untuk mengubah diri anda; anda harus memahami proses yang terjadi di dalam diri anda. Bagaimana emosi anda bekerja, ego anda bekerja, bagaimana pengalaman masa lalu serta kebiasaan anda dapat mempengaruhi anda. Serta apa yang bisa anda lakukan mengenai hal-hal tersebut. Bagaimana anda bisa membantu diri anda sendiri. Bahkan jika anda berusaha mengubah bagian diri anda yang benar-benar ingin anda ubah.

Jadi menurut pendapat saya, jangan hanya berpegang pada 1 orang guru serta 1 pemikiran. Bacalah buku atau dengarkan materi-materi lain yang berasal dari penulis ternama untuk memperluas wawasan anda dan memberikan anda sejumlah solusi atas masalah-masalah anda.

Cobalah menjadi lebih mawas diri; sadari proses yang terjadi dalam diri anda ketika anda menjadi marah, merasa depresi, cemburu atau iri hati. Cobalah untuk bertindak berbeda dari yang biasa anda lakukan.

Daripada mengambil tindakan seperti yang biasa anda lakukan, terapkanlah apa yang telah anda pelajari untuk menangani kebiasaan anda. Jika anda gagal – sama halnya dengan kebanyakan orang, paculah terus diri anda – luangkan waktu untuk menganalisa mengapa anda merasakan atau melakukan tindakan negatif tersebut.

Jika anda tidak memiliki kendali atas tindakan anda, akan sangat sulit untuk membantu diri anda dan orang lain. Anda akan menemukan solusi yang tidak efektif, menjadi tidak bersemangat, dan pada akhirnya berhenti untuk terus berkembang.

9. Tidak Mengambil Tanggung Jawab Atas Diri Anda Sendiri

Hal ini sangatlah penting. Jangan salahkan orang lain. Andalah yang dapat melakukan perubahan tersebut.

Itulah 9 hal yang dapat menghambat perkembangan diri anda dan saya yakin masih banyak ha-hal lainnya. Namun saya akan tambahkan poin-poin lain pada lain kesempatan.

Jika anda mempunyai usulan-usulan lain, silahkan untuk menambahkan di kolom komentar.

 @hwww.akuinginsukses.com/9-kesalahan-yang-dapat-menghentikan-perkembangan-diri-anda/
Read more

Masa Depan Tidak sama dengan Masa Lalu

Minggu, 04 Juli 2010 Label:
Orang sering mengaitkan kondisi sekarang dengan masa depan. Apa yang terjadi sekarang akan merajut masa depan. Tapi, mari simak dulu pengalaman Dave Pelzer, seorang penulis buku bestseller.
Dave Pelzer menuliskan kisah hidupnya dalam triloginya yang terkenal, A Child Called It, The Lost Boy, dan A Man Named Dave. Belum lama ini, Dave menulis rangkuman kisah hidupnya dalam buku Help Yourself. Biografi Dave Pelzer menjadi terkenal lantaran termasuk kategori kisah penganiayaan anak terberat di California.

Sepotong kisahnya seperti ini. Selama 12 tahun pertama, Dave mengalami penyiksaan fisik dan psikis dari ibunya yang pecandu alkohol.
Penderitaan Dave seolah tak berujung. Dave harus minum dari talang air berkarat yang bocor. Ia terpaksa puasa 10 hari karena tidak boleh makan. Ia juga sering dilarang bicara di rumah. Dave mengakui tidak pernah dibesarkan di rumah, tapi di garasi.
Nah, dengan latar belakang yang seperti itu, apa yang terpikir dalam benak Anda? Apa yang akan Anda katakan tentang masa depan Dave? Wajar jika disimpulkan bahwa orang yang masa kecilnya mengalami kekelaman akan membuat kehidupan di masa depannya tidak ideal.
Tapi, jangan kaget, justru Dave mengalami masa gemilang di masa depannya. Ia bergabung dengan kesatuan khusus angkatan udara Amerika. Di usia 32 tahun, Dave terpilih sebagai Ten Outstanding Young American. Salah satu penerimanya adalah John F Kennedy.
Dari pengalaman
Kita bisa banyak belajar dari pengalaman Dave. Inilah pelajaran bahwa masa lalu tidak identik dengan masa depan. Masa lalu yang kelam tidak berarti masa depan kita juga kelam. Dave hanyalah salah satu contoh. Ratu talkshow dunia, Oprah Winfrey, juga dibesarkan dalam keluarga yang broken home.
Baik Dave maupun Oprah adalah contoh orang-orang yang melepaskan diri dari masa lalunya. Mereka tidak terikat dengan mimpi buruk di masa lalu. Mereka menjadi orang yang bebas dan independen merajut masa depannya.
Nah, untuk mengatasi agar masa lalu tidak menjadi beban bagi kehidupan kita, Dave Plezer memberikan tiga catatan penting.
Pertama, lepaskan ransel emosi masa lalu yang memberatkan langkah maju kita.
Kedua, pahamilah apa yang menjadi dambaan dan mimpi dalam kehidupan kita. Kita perlu merumuskan tujuan dan harapan hidup kita masing-masing. Dengan ini, kehidupan kita menjadi begitu berharga untuk dijalani.
Ketiga, rayakan siapa dan apa adanya diri kita sekarang. Hidup dengan segala realitasnya ini harus berani diamini dan dirayakan. Carl Rogers mengatakan manusia yang dewasa mampu hidup sekarang dan di sini (hic et nunc). Ia mampu mengapresiasikan masa kini. Sementara, banyak orang membenci kenyataan dirinya.Tapi, yang dewasa akan belajar berdamai dan menerima apa pun yang terjadi.
Read more

TEMUKAN KEKUATAN ANDA

Label:

DALAM buku yang berjudul Now, Discover Your Strengths yang didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset Gallup terhadap lebih dari 2 juta orang Amerika, Marcus Buckingham dan Donal O. Clifton, Ph.D menunjukkan, kunci utama untuk prestasi yang tinggi, kesuksesan dan kebahagiaan adalah melalui upaya untuk mendayagunakan kekuatan kita, bukan dengan mengoreksi atau mengatasi kekurangan dan kelemahan kita.

Tahap pertama yang harus kita lakukan adalah menemukan dan mengenali kekuatan kita.

Sayangnya, sebagian besar kita tidak pernah menyadari bakat atau talenta dan kekuatan kita, apalagi kemampuan untuk mendayagunakan kekuatan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan sebaliknya, karena pengaruh orangtua kita, guru-guru kita, atasan kita, dan bahkan oleh para pakar psikologi, kita justru sangat ahli dalam mengetahui kelemahan kita dan menghabiskan hidup kita hanya untuk memperbaiki atau mengatasi kekurangan atau kelemahan kita tersebut. Kekuatan kita justru kita biarkan dan kita abaikan begitu saja.

Kita hidup dengan keyakinan bahwa baik adalah lawan dari buruk sehingga manusia selama berabad-abad berusaha untuk memperbaiki atau menyempurnakan kelemahan atau kekurangannya. Para dokter belajar tentang penyakit untuk mengetahui tentang kesehatan, para psikolog belajar tentang kesedihan atau gangguan kejiwaan untuk mengetahui tentang kebahagiaan atau kesehatan jiwa.

Di mana pun kita, di sekolah, di tempat bekerja, kita diajarkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengatasi kelemahan atau kekurangan kita agar kita menjadi kuat. Banyak pendidikan dan pelatihan lebih diarahkan kepada upaya untuk mengatasi atau mengurangi kelemahan seseorang.Hal ini bukannya salah, melainkan kurang dapat mengeluarkan potensi atau kekuatan terbaik yang dimiliki seseorang. Karena daya kekuatan seseorang memiliki pola yang berbeda dengan kelemahan yang dimilikinya.

Untuk sukses di bidang yang kita pilih serta menemukan kepuasan sejati dalam bidang tersebut, kita harus dapat memahami terlebih dahulu apa saja kekuatan kita. Kita harus dapat menemukenali, menerapkan, serta mendayagunakan kekuatan kita sehingga dapat sepenuhnya mendukung upaya kita dalam mencapai sasaran atau impian-impian kita. Janganlah fokus pada kelemahan atau kekurangan kita, tetapi justru kekuatan kitalah yang harus kita daya gunakan dan kita kembangkan.

Fokus pada Kekuatan Kita
Dalam bukunya The Power of Focus, Jack Canfield, dkk menyatakan bahwa salah satu strategi untuk senantiasa mencapai prestasi puncak dan meraih sasaran-sasaran dalam hidup dengan lebih pasti adalah dengan selalu fokus pada upaya mengembangkan kekuatan kita, bukannya kelemahan kita (build on your strengths, not your weaknesses). Lebih jauh dikatakan dalam buku tersebut: You must invest most of your time every week doing what you do best, and let others do what they do best.

Kita harus lebih banyak meluangkan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang kita kuasai, dan membiarkan orang lain melakukan hal-hal yang mereka kuasai. Dengan kata lain, kita fokus pada kekuatan atau kelebihan kita. Konsultan bisnis terkenal Dan Sullivan bahkan mengatakan, ” If you spend too much time working on your weaknesses, all you end up with is a lot of strong weaknesses.” Artinya jika kita lebih banyak berupaya untuk mengatasi kelemahan kita, akhirnya kita akan memiliki banyak kelemahan yang semakin menonjol.

Semakin kita berlatih atau berusaha mengatasi kelemahan kita, semakin kita akan menjadi orang rata-rata, tetapi jika kita tekun berlatih untuk memaksimalkan kekuatan kita atau bakat kita, peluangnya jauh lebih besar kita akan sukses di bidang yang kita kuasai tersebut.


Contoh sederhana adalah misalnya seorang anak memiliki talenta di bidang musik, tetapi dia lemah dalam bidang eksakta. Namun karena ambisi orangtuanya, dia dipaksa untuk mengambil les di bidang matematika. Meskipun akhirnya dia lulus sebagai sarjana bidang akuntansi keuangan misalnya, tetapi dia tidak akan pernah menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Dia hanya akan menjadi orang rata-rata.


Kita semua diberkati Tuhan dengan talenta atau bakat yang berbeda-beda dan unik. Setiap kita memiliki kelebihan dan kekuatan yang jika dapat kita latih dan kita kembangkan untuk semakin didayagunakan sehingga akhirnya kita dapat menjadi terbaik dengan talenta yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Hal terpenting dalam seluruh kehidupan kita adalah menemukenali kekuatan atau talenta yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Pencarian atau penemuan talenta seseorang mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun, bahkan kadang-kadang banyak dari kita tidak pernah menyadari apa sesungguhnya talenta kita. Bahkan kita sering membandingkan kelemahan atau kekurangan kita dengan kelebihan atau kekuatan orang lain. Tentu saja hal ini tidak adil sama sekali kepada diri kita sendiri.

Jim Carey, seorang komedian dan bintang film terkenal yang dibayar tidak kurang dari US$ 20 juta setiap filmnya, memiliki bakat yang sangat unik. Dia dapat memutar dan melipat-lipat tubuh dan wajahnya pada posisi yang sangat tidak biasa. Seringkali dia tampak seperti terbuat dari karet. Ketika remaja, dia menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari melatih dirinya di depan cermin. Dia juga menyadari bahwa dia sangat ahli dalam menirukan gerak dan kebiasaan orang lain (impersonations) , dan hal inilah yang dia latih dan kembangkan terus-menerus jam demi jam, hari demi hari, tahun demi tahun hidupnya.

Tentu saja banyak sekali hambatan dan tantangan yang dihadapi Jim Carey dalam perjalanannya menuju ke puncak bintang. Banyak sekali momen saat dia ragu dan merasa tidak percaya diri, akankah dia dapat menjadi bintang film yang terkenal suatu hari nanti.

Kemudian dia meningkatkan cara fokusnya dengan menggunakan teknik visualisasi. Dia menulis cek sebesar 10 juta dolar dan memberi tanggal tertentu di masa depan, dan menyimpan cek itu di saku bajunya. Ketika dia merasa ragu dan jatuh, ketika dia mengalami saat-saat yang berat, dia akan pergi ke tempat yang sunyi di atas bukit dan memandang kota Los Angeles dan membayangkan dirinya adalah seorang bintang besar di Hollywood. Kemudian dia membaca kembali cek yang ditulisnya sebagai pengingat akan takdirnya sebagai bintang besar suatu hari nanti.

Hal menarik dari kisah hidup Jim Carey adalah beberapa tahun setelah dia menulis cek tersebut, dia menandatangani kontrak perjanjian senilai lebih dari sepuluh juta dolar untuk membintangi film The Mask. Tanggalnya? hampir sama dengan tanggal yang ditulisnya dalam cek yang dia simpan terus selama ini.

Apa yang bisa kita petik dari kisah Jim Carey adalah pertama kita harus fokus pada kekuatan atau kelebihan kita. Kedua nyatakan keinginan atau impian kita dalam bentuk visualisasi (tulisan, gambar, dll) dengan target atau sasaran dan jangka waktu yang jelas. Ketiga adalah latihan atau kerja keras untuk meningkatkan atau mengembangkan kekuatan dan kelebihan kita sehingga melebihi siapapun dalam talenta atau bakat tersebut. Tidak ada keunggulan tanpa latihan atau kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus selama bertahun-tahun.
Read more

Antara Bakat, Pengetahuan, dan Keterampilan (talents – knowledge – skills)

Label:

” suatu pola yang terus menerus berulang dari pikiran, perasaan atau perilaku seseorang yang dapat diterapkan secara produktif.”

Kita semua suda sering mendengar bahwa semua orang itu mempunyai bakat yang terpendam, tulisan ini mengupas tentang apa beda bakat, pengetahuan dan ketrampilan.
Kekuatan atau kelebihan kita merupakan gabungan dari ketiga hal tersebut, yaitu bakat, pengetahuan, dan keterampilan. Apakah bedanya bakat, pengetahuan, dan keterampilan. Bakat adalah pola pikir, perasaan, atau perilaku alami yang kita miliki. Pengetahuan adalah fakta-fakta dan pelajaran yang kita pelajari dalam hidup ini. Keterampilan adalah hal-hal atau langkah-langkah yang kita kuasai karena kita melatih atau melakukannya secara terus-menerus.

Sebagai contoh, seseorang memiliki bakat atau talenta di bidang musik. Jika dia terus belajar (misalnya menulis dan membaca not balok atau belajar cara komposisi misalnya), kemudian juga dia berlatih terus secara konsisten minimal 6 jam sehari selama lebih dari sepuluh tahun, dan senantiasa fokus pada bidang tersebut, dapat dipastikan dia akan menjadi musisi yang terkenal.

Apakah Bakat Itu?
Bakat sering dijelaskan sebagai ” suatu kemampuan atau kebisaan alami”, tetapi para penulis buku Now, Discover Your Strengths mendefinisikan talenta atau bakat sebagai ” suatu pola yang terus menerus berulang dari pikiran, perasaan atau perilaku seseorang yang dapat diterapkan secara produktif.” Jadi jika misalnya anda adalah orang yang selalu ingin bertanya, maka hal tersebut merupakan talenta anda.
Beberapa contoh yang dimaksudkan dengan bakat oleh para penulis buku tersebut antara lain: inquisitive, competitive, persistent, responsible bahkan sifat-sifat negatif seperti obstinate (keras kepala), nervous, bahkan penyakit seperti dyslexia (kesulitan dalam merangkai kata-kata yang sulit) merupakan talenta jika kita justru dapat mendayagunakannya secara produktif dalam membantu kita meningkatkan unjuk kerja kita.

Pengetahuan dan Keterampilan
Jika talenta adalah pemberian alami yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, pengetahuan dan keterampilan adalah aspek dalam kekuatan kita yang dapat kita perbaiki, kita tambah dan kita tingkatkan. Ada dua jenis pengetahuan, yaitu: factual knowledge dan experiential knowledge (pengetahuan faktual dan pengetahuan yang berdasarkan pengalaman).


Pengetahuan faktual adalah pengetahuan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk mempelajari atau menguasai suatu bidang tertentu. Misalnya Anda belajar bahasa, pengetahuan faktual yang harus dimiliki adalah vocabulary atau arti setiap kata dalam bahasa yang kita pelajari.

Pengetahuan jenis kedua yang harus kita kuasai biasanya tidak diajarkan di sekolah atau tidak ditemukan dalam buku panduan. Pengetahuan ini tumbuh dan berkembang dari pengalaman karena kita melakukan pekerjaan atau mempraktekkan pengetahuan faktual yang kita miliki. Setiap situasi atau kondisi menawarkan peluang untuk menambah pengetahuan eksperiensial kita, sedangkan setiap proses belajar menambah pengetahuan faktual kita.

Keterampilan merupakan pengetahuan eksperiensial yang dilakukan secara berulang dan terus-menerus secara terstruktur sehingga membentuk kebiasaan dan kebisaan baru seseorang.
Jadi akhirnya yang disebut dengan kekuatan (strengths) kita yang dapat menjadikan kita yang terbaik dalam bidang tertentu adalah gabungan dari adanya bakat, pengetahuan yang memadai, dan keterampilan karena berlatih secara konsisten dalam jangka panjang. Masalahnya adalah banyak dari kita tidak mengetahui apa sebenarnya bakat atau kekuatan kita. Hal inilah yang menjadi tema utama buku Now,

Discover Your Strengths.
Kedua penulis atau organisasi mereka, the Gallup International Research & Education Center , telah menciptakan suatu program revolusioner untuk membantu para pembacanya mengidentifikasi talenta atau bakat mereka, mengembangkannya menjadi daya kekuatan, dan mencapai unjuk kerja yang konsisten dan mendekati sempurna.

Inti dari buku tersebut adalah StrengthsFinder® Profile yang berbasis internet yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi talenta seseorang. Program tersebut memperkenalkan sebanyak 34 tema dominan dengan ribuan kemungkinan kombinasi yang membentuk kekuatan atau kelebihan seseorang.
Dalam mengembangkan program tersebut, Gallup telah melakukan pengamatan dan riset terhadap lebih dari dua juta individual selama lebih dari 30 tahun penelitian. Hasil riset ini akan membantu kita untuk dapat mengenali talenta kita dan fokus sehingga kita dapat mencapai unjuk kerja yang mendekati sempurna secara konsisten (consistent, near-perfect performance) .

Untuk dapat mengidentifikasi talenta kita, maka kita harus terlebih dulu mengetahui nomer identifikasi (ID number) yang ada di balik sampul buku tersebut, yang merupakan kunci akses kepada program StrengthsFinder® Profile yang bisa kita akses melalui internet. Jika kita sudah mengetahui tema kepribadian kita – apakah kita termasuk Achiever, Activator, Futuristic, Strategic, atau Maximizer – kita akan dapat mempelajari bagaimana mendayagunakan talenta tersebut untuk mengembangkan dan membangun kekuatan yang menjadikan kita berhasil dalam setiap bidang apapun yang sesuai dengan kekuatan kita tersebut.

Demikan pula kita seringkali tidak menyadari potensi terbaik atau talenta yang diberikan Tuhan kepada kita. Jika kita dapat mengenali dan menemukan talenta tersebut, yang perlu kita lakukan adalah senantiasa terus menerus mengembangkan talenta tersebut melalui proses pembelajaran terus menerus (continuous learning) dan berlatih dengan keras sampai kita mencapai consistent, near-perfect performance.
Read more

ESQ

Label:


Kisah sukses itu memperlihatkan suatu kesamaan: terasahnya kecerdasan spiritual menjadi sumber kekuatan luar biasa penggerak bisnis mereka.
Perlu ditekankan di sini bahwa spiritualitas, sebagaimana diperkenalkan dalam pelatihan Emotional Spiritual Quotion (ESQ), tidak mesti berkaitan langsung dengan agama. Kecerdasan spiritual itu dipandang sebagai potensi yang secara universal dimiliki oleh setiap manusia.

Dalam Model ESQ, yang bersumber dari konsep Satu Ihsan, Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam (165), potensi kecerdasan spiritual itu diyakini sebagai pantulan sifat-sifat unggul yang terpancar dari Nama-Nama Allah SWT (Asmaul Husna). Potensi itu terpantul melalui ruh yang ditiupkan kepada setiap manusia. Tugas manusialah untuk mengasahnya agar teraktualisasi menjadi energi.

Model ESQ adalah sebuah ikhtiar untuk menguraikan dan mengasah potensi-potensi itu, dengan mengidentifikasi tujuh dari 99 Asmaul Husna. Ketujuh potensi atau suara hati, yang kami sebut Tujuh Budi Utama (Jujur, Tanggung jawab, Visioner, Disiplin, Kerja sama, Adil dan Peduli) itu menjadi pijakan awal untuk mengenali jati diri; betapa manusia sesungguhnya memiliki potensi yang kaya.
Simaklah bagaimana kisah Infosys Technologies yang dibangun Narayana Murthy bersama enam rekannya, dari modal uang tabungan 10.000 rupee (US$250) pada 1981 menjadi imperium bisnis berpendapatan US$3 miliar (2007).

Ini tidak akan terjadi andai pada musim dingin 1990 mereka takluk dalam suramnya iklim bisnis, lalu puas dengan tawaran pembeli sebesar US$1 juta. Murthy berhasil meyakinkan rekan-rekannya bahwa bisnis mereka bernilai lebih dari sekadar uang. Sikap saling percaya dan kerja sama yang mereka bangun dalam satu visi yang sangat kuat adalah bentuk aktualisasi diri dan ajang untuk menghasilkan karya yang tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tapi juga oleh sesama. Itu sebabnya, Murthy dan kawan-kawan peduli pada kepentingan 75.000 karyawan, memberi mereka hak membeli saham (stock option).

Kerja keras Lee Byung-chul dalam membesarkan gurita bisnis Samsung Group pun mengajarkan tentang kemenangan suara hati. Lee, yang wafat pada 19 November 1987, tidak semata-mata mewariskan perusahaan raksasa global di bidang elektronik dan semikonduktor, melainkan juga (yang lebih penting) kultur korporat yang tahan terhadap segala cuaca.

Menurut Presiden dan CEO Samsung Electronics, Dr. Hwang Chang-gyu, Lee mewariskan filosofi yang menekankan inovasi sebagai nyawa perusahaan. Ketika satu tujuan tercapai, itu berarti awal menetapkan tujuan baru. Orang-orang Samsung diibaratkannya seperti kaum nomad, yang terus mengembara mencari temuan-temuan baru. Semua itu membutuhkan visi yang kuat, pengabdian (tanggung jawab) atas misi, kedisiplinan, kerapian kerja sama, dan seterusnya.

3 Kebahagiaan
Imperium otomotif legendaris Jepang, Honda, tumbuh dengan filosofi Soichiro Honda, seorang pebisnis yang merangkak dari bawah, melalui badai demi badai kegagalan. Menghormati Individu dan Tiga Kebahagiaan, demikian rumusan filosofi yang diuraikan dalam misi dan visi korporat Honda Motor Company.
Menghormati Individu berarti yakin akan kemampuan unik manusia, dan menentukan hubungan perusahaan dengan rekanan, pelanggan, penyalur, dan masyarakat. Honda meyakini bahwa setiap orang yang terlibat dalam proses pembelian, penjualan atau menciptakan produk harus menerima perasaan bahagia dari pengalaman.
Tiga kebahagiaan yang dimaksud itu adalah, kebahagiaan memproduksi, kebahagiaan menjual dan kebahagiaan membeli. Itu artinya, kebahagiaan yang diharapkan ada pada diri setiap orang Honda bukan semata-mata kebahagiaan mendapatkan sesuatu, tapi juga (dan yang terpenting) kebahagiaan memberikan sesuatu yang terbaik.

Dari situ lahir komitmen dan pengabdian yang tak bisa ditukar atau dikompromikan dengan apa pun. Inilah yang dinamakan komitmen spiritual. Seseorang melakukan suatu pekerjaan tidak semata-mata karena mengharapkan imbalan (komitmen intelektual/material), karena ikatan, hubungan atau dorongan emosi tertentu (komitmen emosional), tapi dia melakukannya demi kebahagiaan mengerjakan sesuatu dan memberikan sesuatu.

Bagi kalangan bisnis, tuntutan akan komitmen semacam itu tidak hanya muncul dari kebutuhan internal. Di Barat, kini bergulir suatu kecenderungan menguatnya kesadaran konsumen. Patricia Aburdene, dalam buku Megatrends 2010: The Rise of Conscious Capitalism, mengutip laporan The New York Times bahwa sampai tahun 2000, pasar untuk values-driven commerce, telah mencapai US$230 miliar.

Angka itu terus tumbuh dua digit setiap tahun. Ceruk pasar yang dirujuk dalam laporan itu adalah masyarakat konsumen dengan kesadaran memilih produsen atau perusahaan yang memerhatikan tanggung jawabnya pada kepentingan stakeholder, termasuk konsumen dan lingkungan.
Majalah Fortune pada Oktober 2006 mencatat, sekitar satu dari setiap 10 dolar aset di bawah manajemen investasi di Amerika Serikat (US$2,3 triliun dari US$24 triliun) diinvestasikan ke perusahaan-perusahaan yang tinggi tingkat tanggung jawab sosialnya. Ini ditafsirkan sebagai isyarat bahwa perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial akan mengungguli perusahaan yang tidak.

Indikasi itu telah muncul dalam edisi Maret/April 2002 majalah Business Ethics: perusahaan yang masuk daftar 100 Best Corporate Citizens secara keseluruhan memiliki kinerja di atas perusahaan-perusahaan lain dalam daftar S&P 500.
Maka, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa, secara alamiah, mau tidak mau praktik bisnis akan selalu tergiring untuk kembali kepada nilai-nilai dasar universal, kepada suara hati manusia.
oleh : Ary Ginanjar Agustian



Klik gambar untuk Download file
Read more

Percaya Diri ataukah Takabur?

Label:

Kita percaya bahwa rasa percaya diri itu sangat penting artinya bagi keberhasilan seseorang. Masuk akal memang, karena orang-orang yang tidak percaya diri tidak mungkin bisa secara leluasa berekspresi agar seluruh potensi dirinya tergali. Sayangnya, tidaklah mudah untuk membedakan’rasa percaya diri’ itu dengan ’sikap takabur’. Sehingga, kita sering tidak menyadari telah tergelincir kadalam sifat ’takabur’ itu. Lantas, bagaimana caranya supaya kita bisa terhindar dari sifat takabur ?

Belum lama ini saya menyaksikan tayangan The Biggest Loser disebuah televisi international. Program reality show itu mengajarkan arti kerja keras, bukan hanya kepada mereka yang ingin membebaskan diri dari obesitas; tapi juga kepada kita semua. Bahwa, menjadi langsing dapat dicapai bukan dengan berbaring beberapa jam dimeja operasi. Tidak pula membiarkan diri kelaparan hingga mengalami anoreksia. Melainkan dengan melatih diri melalui tantangan fisik dan mental yang tidak kenal menyerah. Dengan kata lain, perjuangan dalam hidup kita sangatlah berharga. Maka orang-orang yang bersedia untuk terus berjuang, adalah pribadi-pribadi yang berharga. 

Dalam episode kali ini, setiap anggota Team Merah dan Team Biru berlomba mengayuh becak sejauh 200 meter bolak balik secara estafet, sementara trainer mereka duduk manis didalamnya. Seperti biasa, sebelum bertanding setiap peserta menyampaikan komentarnya masing-masing. Dan salah satu peserta, Rahmi, mengatakan bahwa dia sangat percaya diri karena dinegaranya dia mengayuh sepeda sejauh 7 kilometer setiap hari. Dia mungkin akan menjadi andalan Team Merah.
Pertandingan baru saja dimulai. Namun, pemenangnya sudah hampir bisa dipastikan, yaitu Team Merah yang setiap invidu didalamnya ternyata lebih terampil mengayuh becak. Team Biru tertinggal jauh di belakang. Dan kini peserta terakhir, Rahmi, mendapat giliran. Disaat kritis itulah keajaiban terjadi. Rahmi yang tadi begitu percaya diri itu panik, sehingga becaknya terperosok keluar jalur. Ketika Rahmi menarik becak itu dari rerumputan, becak Team Biru yang tertinggal jauh sudah berhasil melewatinya. Rahmi semakin panik, sehingga tanpa disadari dia menginjak rantai pengayuh sampai putus. Bisa anda bayangkan betapa berat beban moral yang harus ditanggung oleh Rahmi karena Team Merah akhirnya kalah.


Team Merah, mengingatkan kita untuk menjaga diri dari sifat takabur. Terlebih lagi karena antara rasa percaya diri dan sifat takabur itu seolah hanya dipisahkan oleh sebuah batas yang sangat tipis dan samar-samar. Sehingga kita sering tidak sadar kalau sudah menyeberang dari ranah kepercayaan diri yang positif, ke wilayah sifat takabur yang destruktif. Guru mengaji saya menjelaskan bahwa ketika Tuhan memerintahkan malaikat untuk mengakui kesempurnaan penciptaan manusia, para Iblis membantah-Nya. Iblis berkata; ”Kami lebih baik dari Adam. Engkau menciptakan kami dari api. Sementara Adam Engkau ciptakan dari tanah”.
Rupanya, ada dua aspek mendasar yang membentuk sifat takabur. Pertama, membanding-bandingkan diri dengan orang lain, dan kedua, mengklaim diri sendiri lebih baik dari orang itu. Inilah yang kemudian kita sebut sebagai kesombongan. Sampai disini, kita bisa mengenali 2 jenis kesombongan, yaitu; kesombongan dihadapan Tuhan, dan kesombongan dihadapan sesama manusia. Dan dari kedua jenis kesombongan itulah sifat takabur muncul. Dengan kata lain kesombongan adalah benih kelahiran sifat takabur.
Bagaimana dengan ’rasa percaya diri’? Dasarnya sama, yaitu; Tuhan telah menciptakan manusia dengan sesempurna-sempurnanya penciptaan. Ketika kita meyakini kesempuranaan penciptaan Tuhan atas diri kita, maka kita tahu bahwa didalam diri kita sudah Tuhan ’lekatkan’ apapun yang kita butuhkan untuk menjalani hidup. Jadi, ketika kita berhadapan dengan apapun, kita selalu yakin untuk dapat menjalaninya dengan baik. Tugas kita hanyalah berupaya menggunakan anugerah Tuhan itu sebaik-baiknya. Dengan kata lain, keyakinan atas firman Tuhan itulah yang menjadi benih lahirnya ’rasa percaya diri’. 


Ketika memiliki sikap seperti itu, tiba-tiba saja kita kehilangan hasrat untuk takabur. Karena, saya dan anda, juga mereka; - semua orang - telah diciptakan Tuhan dengan sempurna. Sehingga, masing-masing kita memiliki kesempurnaan dalam definisi Tuhan. Maka, tidak ada lagi ruang untuk mengagung-agungkan diri sendiri sambil menistakan orang lain. Sebaliknya, kita bisa saling mengisi dan berfokus untuk berkarya dengan masing-masing kelebihan yang kita miliki. Dengan begitu, mudah-mudahan kita diijinkan Tuhan untuk mengatakan kepada-Nya: ”Tuhan, sudah kutunaikan tugas yang menjadi bagian ikhtiarku. Sekarang, kugantungkan segenap harapku kepada-Mu.”

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Read more

Zhuge Liang : 10 kekuatan manusia

Label:
"He who stops being better stops being good. – Siapa yang tidak menjadi lebih baik berarti ia berhenti menjadi baik." Oliver Cromwell, Politikus Inggris (1599-1658)

Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.

Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba.

Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;

Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, "Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan," kata Hellen Keller.


Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, "Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh."

Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, "Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang."

Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. "Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari." Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.

Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best- seller.

gozalionline.blogspot.com/2010/02/10-kekuatan-manusia.html
Read more

The Emotionally Intelligent Leader!

Label:
Tiada instink yang lebih tajam daripada hati kita” Lord Byron

Suatu hari, seorang pemimpin sedang merayakan ulang tahun. Dengan susah payah, semua bawahannya telah mengumpulkan uang dan menunggu momen berharga ini untuk memberikan 'kejutan' berupa pesta ulang tahun di kantor mereka. Pagi itu, saat si pemimpin itu tiba, ulang tahun pun dilakukan. Semua karyawan hadir. Pesta kecil-kecilan pun berlangsung. Namun, si pemimpin itu mukanya datar-datar saja dan setelah setengah jam lebih, setelah nyanyian ulang tahun dan tiupan lilin, si pemimpin itu berkata dengan dinginnya, "Udah ya. Saya tidak ingin kalian berlama-lama dengan kegiatan seperti ini di pagi hari. Kalian mesti segera kembali ke tempat kerja!"

Begitu juga, di lain kesempatan, ada seorang pemimpin yang anak buahnya baru saja kehilangan orang tuanya. Akibatnya, si anak buah tersebut harus pulang ke kampungnya untuk beberapa hari. Di hari yang kedua sejak kepulangannya, si anak buah ini mendapatkan SMS dari atasannya yang bunyinya, "Tolong jika semua urusan sudah selesai, segera kembali masuk kantor karena banyak tugasmu yang terbengkalai"

Pembaca, itulah berbagai pengalaman nyata yang dialami oleh beberapa anak buah dengan atasannya yang kurang cerdas emosinya. Mereka-mereka adalah para leader yang naik ke posisinya karena kemampuan teknisnya yang bagus, tetapi dari sisi kecerdasan emosi (EQ), mereka masih harus banyak belajar.

Tantangan Para Leader
Untuk menjadi pemimpin yang tinggi EQ-nya sebenarnya bukanlah hal yang sepele, tetapi bukan juga bukannya tidak mungkin. Banyak pemimpin menyepelekan EQ, karena dianggap terlalu soft (ringan) dan dengan mudah bisa dipelajari. Mereka salah! Dan dampaknya, banyak pemimpin yang kurang mengembangkan sisi EQ-nya. Tatkala posisi mereka semakin bergerak kepuncak organisasi, tuntutan akan kemampuan EQ-pun semakin kritikal. Nah, disinilah banyak diantara mereka yang mengalami stagnasi dalam karirnya, gara-gara kemampuan EQ-nya jeblok.

Saya pribadi jadi teringat dengan buku karya John D. Mayer dan Peter Salovey terbitan tahun 1997 yang berjudul “Emotional Development dan Emotional Intelligence”. Buku ini terbit lantar terinspirasi melihat adanya gap yang cukup lebar antara pentingnya emosi dalam kehidupan (harapan) para pemimpin dibandingkan dengan tingkat pemahaman pemimpin akan emosi orang lain yang cenderung di bawah yang rata – rata (kenyataan).

Dari buku tersebut, saya diinspirasikan beberapa tips bagaimana cara untuk menjadi pemimpin yang cerdas secara emosional. Inilah yang seringkali kita sebut sebagai Emotional Blueprint. Apakah itu? Ini empat tips Emotional Blueprint yang bisa menjadikan Anda sebagai Emotionally Intelligent Leader!

Empat Emotional Blueprint

Pertama, membaca serta mengidentifikasi emosi orang lain. Ketika pertama kali bertemu seseorang, apakah Anda bisa menerka dengan pas apa yang dirasakan orang tersebut? Apakah Anda bisa membaca suasana hati mereka? Inilah hal pertama yang perlu dimiliki jika Anda saat ini adalah seorang leader yakni kemampuan mengidentifikasi secara akurat emosi orang lain serta bagaimana bersikap terhadap emosi tersebut.

Kelemahan banyak leader, umumnya terletak pada ketidakpekaan mereka terhadap apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Masalahnya, banyak leader merasa bahwa mereka berada dalam posisi 'dipahami' bukan untuk 'memahami'. Ini sama halnya dengan kasus Marie Antoinette, istri raja Louis XVI yang akhirnya diganjar dengan hukuman pemenggallan kepala dengan pisau guilottine. Konon, katanya rakyat bisa saja menyelamatkan dirinya, tetapi rakyat sudah terlanjur kecewa lantaran tidak pernah 'didengarkan'. Dan kisah Maria Marie Antoinette, seringkali dijadikan sebagai simbol pemimpin yang tidak peka terhadap perasaan orang yang dipimpinnya.

Yang jelas, dengan kemampuan kepekaan yang tinggi terhada perasaan orang lain, maka kita bisa bertindak dengan tepat terhadap orang tersebut. Inilah langkah paling pertama dan paling fundamental.

Langkah kedua, yakni menggunakan kekuatan emosi. Inilah kemampuan kedua yang perlu dimiliki seorang leader yang cerdas emosinya, yakni kemampuan memilih serta memutuskan emosi apakah yang tepat untuk membantunya mencapai sasarannya. Disini, para pemimpin mestinya sadar bahwa, penyebab mengapa seseorang tidak perform dalam pekerjaannya, banyak disebebkan karena penggunaan emosi yang salah atau tidak pada tempatnya.

Contohnya untuk menciptakan suasana kerja yang baik, tentunya harus melibatkan unsur emosi yang fun serta menyenangkan dan penuh dengan antusias. Apa jadinya jika emosi yang dilibatkan adalah emosi sedih, tidak mood. Tentunya akan counter produktif, kan? Makanya, seorang leader ber-EQ tinggi, mengerti bagaimana menciptakan suasana emosi yang pas untuk menunjang pekerjaan timnya. Lihatlah kisah Napoleon Bonaparte yang konon begitu mampu menciptakan emosi yang luar biasa pada prajuritnya, sehingga dikatakan kehadiran dirinya saja setara sudah dengan 1000 tentara! Nah, pertanyaannya, bagaimana dengan emosi yang tercipta dari kehadiran Anda di tim Anda?

Ketiga, belajar memahami emosi terselubung. Emosi memiliki bahasa tersendiri. Kemampuan untuk memahami emosi berarti Anda dapat merasakan serta memahami emosi orang lain, sehingga Anda dapat berespon dengan cara yang efektif. Namun seringkali saya dibanjiri pertanyaan, "Kalau mereka tidak bilang, bagaimana saya bisa tahu?". Nah, justru disitulah tantangannya. Salah satu tantangan sebagai seorang leader adalah dapat memahami emosi – emosi yang tidak terkatakan bahkan tidak terungkapkan, khususnya oleh tim yang Anda pimpin. Saat Anda mahir dengan kemampuan ini, produktifitas kerja dengan tim akan dapat dilipatgandakan. Pertanyaannya apakah kita bisa peka untuk memahami emosi terselubung dari orang lain? Bagaimana caranya? Secara spesifik biasanya saya kupas tuntas di dalam program Kecerdasan Emosional selama 3 hari, yang kami adakan juga di bulan ini.

Keempat, kelola emosi pribadi. Perlu dipahami, emosi sendiri mengandung informasi yang penting. Sebagai seorang leader sangatlah berharga untuk selalu peka terhadap emosinya sendiri. Apa yang sedang disampaikan oleh bawah sadar Anda kepada diri Anda melalui emosi yang Anda rasakan? Selanjutnya, seorang pemimpin bisa menggunakan informasi dari meosinya sendiri untuk menuntunnya dalam proses pengambilan keputusan. Sudah berulang kali, saya mendengar kisah dari pemimpin yang terlepas dari pengambilan keputusan bisnis yang fatal lantaran mendengarkan emosinya yang merasa 'kurang sreg'.

Intinya, mulai sekarang, untuk menjadi leader yang tinggi EQ-nya, Anda harus mulai belajar kelola emosi diri sendiri maupun emosi orang lain. Untuk itu, renungkanlah dan ukurlah keempat Emotional Blueprint ini dalam hidup Anda. Selamat menjadi Emotionally Intelligent Leader!

(Anthony Dio Martin & Tim HR Excellency)
Read more
 
Blog SIEF © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates