Kayabukiya, sebuah pub di pinggiran Tokyo, telah merekrut Yat-chan dan Fuku-chan, dua ekor monyet menjadi pelayan. Betul, m-o-n-y-e-t, monyet. Dengan pakaian tradisional, monyet ini hilir-mudik membawakan handuk hangat dan sake dari dapur. Bahkan monyet ini sedikit-sedikit dapat mengerti perintah pelanggan.
Di sana, pelanggan cukup berteriak, maka monyet ini akan datang seketika. Agak berbeda dengan monyet kebanyakan, mereka tidak terlalu suka diiming-imingi kacang biasa. Sebagai gantinya, mereka lebih suka diiming-imingi edamame –semacam kacang kedelai. (Saya langsung teringat kisah seorang agen asuransi yang dikangeni klien-kliennya. Pasalnya? Selalu ada seekor monyet kecil yang bertengger di bahunya.) Kreatif ‘kan?
Menurut konsultan Richard Laermer, dalam dunai bisnis atau marketing, kreativitas berbisnis selalu diletakkan di akhir sebuah proses. Ini keliru! Idealnya, di awal. Mungkin melalui penamaan yang greget, penyajian produk yang greget, promosi yang greget, dan masih banyak lagi. Penyajian produk dengan memanfaatkan monyet adalah salah satu caranya. Barangkali, Anda punya cara yang lainnya ?
inspired by Ippho Santosa
Kreativitas Bisnis
Rabu, 07 Juli 2010
Label:
Inspirasi
Terima Kasih telah berkunjung di Blog SIEF Empowerment.
Blog Motivasi, Inspirasi, Pengembangan diri dan bisnis. Sukses adalah Hak kita semua, mari benahi diri untuk masa depan yang lebih baik. Salam











